Merayakan Keberagaman Indonesia
HFN 2017

Menggali Peluang Film di Dunia Maya

Teknologi perfilman telah mengalami banyak perkembangan. Mulai dari ranah produksi yang mulai meninggalkan pita seluloid menjadi digital. Hingga perkembangan dalam ranah eksebisi yang makin bervariasi tempat, ukuran, dan cara pengoperasiannya, sehingga film tak melulu di bioskop dengan layar lebar yang diputar dengan proyektor. Perkembangan-perkembangan teknologi digital tersebut, tentu saja mempengaruhi perfilman.

Menyikapi situasi tersebut, Direktorat Seni Media menyelenggarakan rangkaian diskusi berjudul “Kreativitas Seni Film di Dunia Maya”. Agenda ini diselenggarakan pada 25 Maret 2017 di Neo Soho Central Park sebagai salah satu rangkaian perayaan Hari Film Nasional 2017. Tiga sesi diskusi diagendakan dalam kegiatan ini. Selain itu, kegiatan ini juga diramaikan booth komunitas, perusahaan, dan penayangan film berbasis digital.

Program ini dibuka dengan diskusi “Layar Digital dan Ruang Kreativitas Kita Hari Ini”. Ernest Prakasa, Ismail Fahmi, dan Joko Anwar sebagai sutradara film Indonesia diundang dalam diskusi ini. Sesi pertama ini berfokus pada perkembangan teknologi layar. Fokus ini menyikapi situasi film saat ini dapat dilihat melalui gawai yang terkoneksi internet, sehingga semakin mudah diakses serta terbuka untuk beragam bentuk konten dan interaksi baru.


Munculnya beragam layanan distribusi film berbasis internet dibahas pada diskusi kedua bertema “Platform Digital dan Demokratisasi Film”.  Narasumber dalam dalam sesi ini adalah Mandy Marahimin, Sammaria Simanjutak, dan Lavesh Samtani. Diskusi sesi ini menjadi kesempatan tiga produser tersebut untuk berbicara tentang pemanfaatan peluang layanan distribusi film berbasis internet. Mengingat ruang distribusi seperti Netflix, iFlix, hingga yang gratis seperti Youtube dapat menjadi lahan baru dan memberi ruang hidup bagi pembuat film, serta membuka peluang pendanaan produksi film.

Sesi terakhir dalam rangkaian program ini adalah diskusi “Vlogging dan Konten Bagi Komunitas”. Vlogger Kaesang Pangarep, Youtube, dan Dennis Adhiswara diundang untuk berbicara tentang fenomena vlog yang menjadi moda komunikasi baru dan digandrungi oleh netizen. Bahkan, perusahaan memanfaatkan para vlogger untuk mempromosikan produk-produknya.

Berita Terkait