Merayakan Keberagaman Indonesia
Perfilman Indonesia

Roda Pantura Lolos di Festival Animasi Berkualitas Academy Awards

Film animasi Roda Pantura, karya Hizkia Subiyantoro, berhasil lolos di Internationales Trickfilm Festival Stuttgart (ITFS) 2017 atau The Stuttgart International Festival of Animated Film 2017. Dari 24 kali penyelenggaraan festival ini, Roda Pantura menjadi film animasi karya Indonesia pertama yang berhasil lolos di festival ini.

"Bahkan baru tahun ini film kita masuk seleksi festival film animasi bergengsi itu," ujar Hizkia tentang pencapaian karyanya pada festival yang dihelat di Stuttgart, Jerman ini.

ITFS sendiri merupakan salah satu festival animasi terbesar di dunia dan berkualifikasi Academy Awards. Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 1982 dengan banyak kategori animasi yang diperebutkan, di antaranya animasi untuk games, arsitektur, seni, desain, dan komedi.

Roda Pantura adalah film animasi musikal dengan teknik 2D (digital) berdurasi 18 menit. Film yang terpilih di kategori kompetisi internasional ini bercerita tentang seorang sopir truk yang tidak pernah pulang ke rumah lantaran uang setorannya tidak pernah cukup. Mengambil latar tahun 1998, saat Indonesia mengalami krisis moneter, film ini menggambarkan kehidupan sebuah keluarga baik-baik yang harus terpisah karena desakan ekonomi.

"Saya ingin bercerita tentang sesuatu yang lokal, yang dekat dengan saya," ucap laki-laki asal Yogyakarta yang pernah mengikuti pelatihan dari nominator Oscar 2011 Bastien Dubois ini.

Dua tahun tinggal di Kudus mengilhami Hizkia membuat Roda Pantura. Hizkia melakukan riset demi menyuguhkankan situasi Pantura senyata mungkin dalam film. Ia mendatangi beberapa tempat di Pantura, seperti Kudus, Tuban, Rembang, Pati, dan Lasem untuk melakukan riset bagi animasi ini.

"Film itu kami rancang selama dua tahun. Kalau diandaikan sedang membuat tesis, maka harus ada pembuktian. Ini saatnya," kata pria yang pernah kuliah di Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini.

Selain ITFS, Roda Pantura juga terpilih sebagai Official Selection dalam Athens Animfest 2017. Film ini pun akan diputar di dua kota di Polandia dalam O!PLA Festival, festival animasi nasional di Polandia. (Yulaika Ramadhani)

Berita Terkait