Merayakan Keberagaman Indonesia
Perfilman Indonesia

“Banda, the Dark Forgotten Trail” Lolos IDFA

Film dokumenter Banda, The Dark Forgotten Trail karya Jay Subyakto akan ditayangkan di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) pada 25 November 2017. Film karya Jay Subiakto ini membicarakan tentang pala dan genosida pertama di Indonesia yang membuat penduduk asli Banda hilang tak bersisa. Di masa lalu, pala adalah komoditas rempah dianggap lebih bernilai daripada emas. "Pala setampah bisa dapat rumah mewah di Belanda," ujar sang sutradara.

Jay menuturkan, daya tarik film tentang sejarah kejayaan rempah pala di Kepulauan Banda ini terletak pada sisi kelam Belanda saat menjajah Indonesia. "Mereka tertarik karena di film ini saya kasih tahu kejelekan Belanda di Indonesia," kata Jay di Jakarta Fair Kemayoran.

Jay berharap film dokumenter tersebut bisa membuka mata orang-orang mengenai sejarah Kepulauan Banda, yang dulu menjadi rebutan orang-orang Eropa. Kekayaan rempah kepulauan kecil di bagian timur Indonesia itu menjadi incaran berbagai pihak, memicu kolonialisme yang membawa mimpi buruk bagi penduduk setempat. Dokumenter ini juga menyertakan fragmen konflik agama pada 1999 sampai penyebab banyak orang Indonesia tidak tahu sejarah di Kepulauan Banda. "Ini penting sekali untuk diceritakan agar kita bisa belajar dari apa yang terjadi," katanya.

Jay, yang lebih dikenal di bidang seni pertunjukan, melakukan riset selama hampir satu tahun untuk mempersiapkan karya ini. “Kita banyak bertemu sejarawan dari Indonesia, Belanda, juga generasi muda yang ada di Banda Neira," katanya.

Produser Sheila Timothy tertarik mengangkat kisah-kisah tersembunyi di Kepulauan Banda setelah mengetahui bahwa jalur rempah besar pengaruhnya terhadap jalur sutera yang ternama. "Jalur sutera itu ada karena pedagang mencari jalan ke Banda," kata perempuan yang juga menunjuk langsung Jay sebagai sutradara dokumenter ini.

Banda, The Dark Forgotten Trail adalah film dokumenter pertama dari Lifelike Pictures, yang sebelumnya membuat film fiksi seperti Pintu Terlarang, Modus Anomali, dan Tabula Rasa. Film ini akan ditayangkan di bioskop Indonesia pada 31 Juli 2017, bertepatan dengan peringatan 350 tahun Perjanjian Breda, yang berisi penyerahan pulau Rhun, Banda dari Inggris ke Belanda. (Yulaika Ramadhani)

Berita Terkait