Merayakan Keberagaman Indonesia
Perfilman Indonesia

Membawa Makna Warna Merah dan Corak Batik, Opera Jawa Diputar di Frankfurt

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Frankfurt bekerja sama dengan Deutsches Filmmuseum mengadakan pemutaran film Opera Jawa karya Garin Nugroho pada 21 Juni lalu. Ini merupakan kali pertama film ini ditayangkan di Jerman.  

Film Opera Jawa diputar dalam pemutaran spesial bertema “Rot im indonesischen Film” (Merah dalam Film Indonesia). Pemutaran ini menjadi bagian dalam rangkaian pemutaran di Deutsches Filmmuseum yang mengeksplorasi warna merah. Menurut rilis dalam situs Deautsches Filmmuseum, film Opera Jawa menunjukan hubungan makna warna merah dalam konteks Jawa dan Eropa, yang ditampilkan adalam adegan-adegan tari tradisional kontemporer dalam film.

Film ini diputar dalam bahasa aslinya, yakni bahasa Jawa. Namun, penyelenggara telah menyiapkan teks terjemahan berbahasa Jerman dan Prancis. Pemutaran yang dilakukan di Deutsches Filmmuseum ini mendapat sambutan yang baik dari sejumlah pihak, mulai dari pemerhati film, diaspora, maupun warga negara Jerman di Frankfurt dan sekitarnya.

Pemutaran ini juga berkaitan dengan penyelenggaraan pameran bertajuk Rote Faden (Benang Merah) – yang diselenggarakan pada 16 November 2016 sampai 27 Agustus 2017 di Weltkulturen Museum di Frankfurt. Hal tersebut tercermin dari sambutan Vanessa von Gliszczynski, selaku pihak Weltmuseum Frankfurt, sebelum pemutaran Opera Jawa dimulai. Ia menjelaskan bahwa film ini menampilkan warna-warna dan corak kain batik yang dapat menjadi penggambaran karakter tokoh-tokoh dalam film. Sebelumnya Stefanie Plappert, kurator film dari Deutsches Filmmuseum, menjelaskan bahwa karakter yang muncul dalam film merupakan cerminan tokoh-tokoh dalam epos Ramayana, yakni Rama, Sinta, dan Rahwana.

Rote Faden sendiri merupakan sebuah pameran yang mengeksplorasi tekstil, mulai dari nilai simbolis serta signifikansinya hingga konteksnya pada saat ini. Dalam pameran ini ditampilkan beberapa kain tradisional Indonesia seperti kain batik dan ikat kepala. Tidak hanya itu, terdapat workshop cara pembuatannya dan pengenalan makna yang ada di dalam batik dalam agenda. (Julita Pratiwi)

Berita Terkait