Merayakan Keberagaman Indonesia
Perfilman Indonesia

Gandeng Bekraf, Festival Film Purbalingga Ciptakan Banyak Terobosan

Festival Film Purbalingga (FFP) 2017 telah memasuki penyelenggaraan ke-11. Sebanyak 38 film pendek karya pelajar dari Banyumas Raya akan diputar pada festival yang diselenggarakan mulai 8 Juli hingga 5 Agustus 2017 mendatang. Pada penyelenggaraan kali ini pula, FFP berkerjasama dengan Badan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Pusat Pengembangan Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Kerjasama dengan Bekraf memberikan kesempatan FFP untuk membuka peran yang lebih besar sebagai sebuah perayaan. "Kehadiran Bekraf tidak hanya sekadar untuk membantu pendanaan, tetapi juga untuk membaca ulang peran sebuah festival film untuk sektor ekonomi kreatif dimana festival itu berlangsung," ujar Manajer FFP Nanki Nirmanto.

Kerjasama ini membuka peluang FFP untuk menyajikan hal-hal yang baru untuk menarik dan melibatkan masyarakat secara lebih luas setiap tahunnya.  Sebanyak 38 film pendek karya pelajar SLTA mengikuti Festival Film Purbalingga (FFP) ke-11 pada 2017 ini. 

FFP pada tahun ini memulai eksperimen program baru yang dinamakan Nonton Bersama Tetangga. Gagasan program ‘Nonton Bareng Tetanggga’ adalah menawarkan kepada pemilik rumah untuk mewakafkan ruang TV atau teras atau pekarangannya untuk menjadi tempat pemutaran film program FFP 2017 dan mengundang tetangga sekitarnya untuk menonton film Indonesia dan Banyumas Raya.


Selain itu, terdapat juga program Plesir Purbalingga yang menawarkan paket perjalanan wisata berbasis program Layar Tanjleb yang disertai produksi video promosi wisata dan ekonomi kreatif mikro Purbalingga dan Banyumas Raya. "Program wisata ‘Plesir’ ini mengajak wisatawan yang ingin merasakan selama sebulan penuh menjadi kru layar tanjleb, memasang layar, sound system berkeliling 16 titik penyelenggaraan desa di wilayah Barlingmascakeb," ujar Nanki Nirmanto, Manajer FFP.

Pada tahun ini FFP juga melebarkan sayap, tak hanya ada di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan tuan rumah Purbalingga saja. “Ada tambahan. Tahun ini pelajar dari wilayah Kebumen turut ikut serta berkompetisi. Beberapa titik di wilayah tersebut juga menjadi lokasi penyelenggaraan program layar tanjleb,” kata Nanki.  (Yulaika Ramadhani)

Berita Terkait